Saturday, September 21, 2013

Time to say goodbye

During the raya celebration 7/9/2013

Finally, the time has come. Today is the last day I taught at the school. Upon entering my classroom in the morning, the kids brought  a cake on my table. It was a very delicious cake and everyone was enjoying it. I was unprepared actually so I just gave them the usual morning talk after that.


Then as I left the room, the kids waved and said goodbye, their voice can be heard from the whole block I guess ':D. I felt relieved that nothing happened. You know how the young 'uns can be dramatic right? Otherwise I'd felt very very bad for leaving. During the break time the principal and the deputies spent some time in my mini-farewell brunch, asking if I would like to stay. I told them how much I love teaching but I have no choice :)

I felt sorry for the kids actually for leaving without giving them something. That's why after the Zuhur prayer I returned at the classroom and wrote something for them. Its not entirely mine but I like this one:


Dear Students,
The key to your happiness lies within yourselves.  Live your lives with HONESTY, INTEGRITY, and KINDNESS.  Take the high road.  Find the things you love and be passionate about them.  Live each day as if it were your last.  Plan for tomorrow. Strive for your 'Dunia' but don't forget your 'Akhirat'.  Dream Big.  Be inspired. Be TOLERANT of others.  Be an inspiration to others.  Remember, you have a responsibility to yourself – to do amazing, KIND things. I will miss you… more than you know.

P/s: Im happy with the improvements in your attendance. Keep it up!!

                                                                                                                                          - Sir :D

Honestly, there are sooo many things that I wanted to say. But of course I understand no matter how much I write, you wouldn't know how much all of you meant to me. I learnt to accept that as well :). I really really hope that you always make the right decisions and I really wanted to know if there are things that I can do to nudge you to the right directions. During my nine months with you guys, I know that some of you will shine as bright as the stars while the others will become beautiful gems. I will miss you guys, as I miss your two classmates that had transferred earlier this year.

I look forward to hear again from all of you. So many things happened during my short spell at this school. A couple of months ago, I was very happy because I met some of my former students back when I was doing teaching practice. It was good to hear that everyone is doing well. Most of the girls got married though. Hence, I just laughed when they asked when will I get married. I do hope to hear good things from all of you too! Oh and thank you for teaching me so many things especially in being a teacher.

So again, I leave you with my previous whiteboard letter, be kind to your friends and respect your teachers. For no matter how cool you're going to be - a doctor, engineer, teacher, scientist - the coolest thing is always BEING KIND.


Saturday, September 7, 2013

Life of surprises

Salaam.

Again, I think I have to swallow my own words.. Life sure is full of surprises, isn't it? Right after my last post on Saturday, I received a call right after I came to school on Monday saying that I got a job offer somewhere else. Not that I'm not grateful, but I think it can't be helped that the next 1 or 2 weeks I will have to endure the stir of emotions. The thing is.. I'm in love with teaching, and I love those little monsters, my students, my child and friend. And now, the thought of leaving both is a bit burdening.

But then again, when I think of it, I know this move is the best for me. Just let me think of some letters or words of parting for my students some more :')

Saturday, August 31, 2013

Bad neighbour

Salaam.

Its been 8 full months since I was posted to teach at this school, about the same time that I moved in to the flat too. Time sure flies fast, isnt it?  ':-D

But really, it made me felt guilty though, that I've didn't get the chance to get to know my neighbors better. Forget about it, I wasn't even around much.. while they're awake, that is. Perhaps they've gotten used to it.. the sound of my car departing before fajr and returning only in the middle of the night. So that made my conversations with them never really surpassed that short 'Salaam' and that simple 'Hello'.

I've been thinking, is it better this way? Sometimes I thought it is, always for the same reason. So that's why.. I don't think it is necessary for me to write here anymore, as it is not necessary for you to know about my everyday life. Not because of whoever you are, but because of what I've become.

For that, I hope that I'm forgiven..

p/s: It might not be me the one who came knocking

Tuesday, August 27, 2013

I come to You

Rabbi...

Today I come to You broken.. I beg from You for a little fixing.

I come to You aching, too.. I ask from You a little healing.

I come to You with sights that unable to see the hikmah in all these happenings, and I ask You to show me the good in them.

I come to You with a void in my heart, I'm begging You, please fill it!

I come to You missing some people.. or things.. I ask that You teach me, so that I can make You the only one that suffices me.

I come to You with my fears, pain, conflicts and shortcomings - I come to you with tons of sins, mistakes, weaknesses and wrongdoings - I ask that You erase them all and replace them with Your love and the peace that comes from fervently submitting to Your will..

Tuesday, August 20, 2013

dream dream

I've been dreaming,
That they sliced my body,
And chopped my limbs,
The pain felt real,
Yet I lived still,
Friends came visitting,
I said farewell,
For my end is near,
And when the time come,
I died with a smile..

It may looks sad but I think I've never been happier in my dreams than this one. Why do we sometimes dream of certain place, people, scent, colours etc? That when we wake up it felt really really and again really strange?

*******************************

Bunga Tidur atau Mimpi merupakan suatu hal yang lazim dialami oleh seseorang pada saat tidur. Menurut pengertian umum mimpi adalah suatu rangkaian imaginasi atau daya khayal dari suatu kejadian yang kita alami waktu kita sedang tidur.
Mimpi yang menyenangkan menyebabkan manusia yang mengalaminya berbahagia. Saat terjaga, serasa hati berbunga dan tak jarang mata ingin dipejamkan kembali guna melanjutkan mimpi indah yang terputus. Sebaliknya, mimpi yang jelek lagi menakutkan membuat resah dan sedih.

Dalam sudut pandang Islam, mimpi itu dikategorikan menjadi tiga jenis. yaitu:


1. Adhghatsul ahlam (Mimpi yang kosong).


Mimpi ini dilihat oleh seseorang dalam tidurnya sebagai cermin dari keinginannya atau apa yang terjadi pada dirinya dalam hidupnya. Kebanyakan
orang bermimpi sesuatu yang menjadi bisikan hatinya, yang memenuhi pikirannya ketika terjaga, dan sesuatu yang berlangsung pada dirinya saat terjaga. Mimpi yang seperti ini tidak ada hukumnya.


2. Al-hulm (Mimpi dari setan)

Setan mendatangi seseorang di dalam mimpi lalu mengatakan ini dan itu, atau menampakkan ini dan itu. Setan bermaksud menakut-nakuti seseorang dengan mimpi ini.
Setan dapat menggambarkan dalam tidur seseorang tentang urusan yang menakutkannya, baik yang berkaitan dengan diri, harta, keluarga, maupun masyarakatnya.
Mimpi seperti ini biasanya dialami oleh seseorang yang tidur tanpa mengucapkan wirid-wirid yang diajarkan Rasulullah.
Ia tidak membaca Ayat Kursi saat hendak tidur. Tidak pula ia membaca surah al-Ikhlash dan al-Mu’awwidzatain (al-Falaq serta an-Nas). Setan pun datang dalam mimpinya.
Demikianlah perbuatan setan yang gemar
membuat sedih orang-orang yang beriman, sebagaimana firman ALLAH;
“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu dari setan, dengan tujuan agar orang-orang beriman itu bersedih hati….”
[QS.al-Mujadilah: 10]

Ketika seseorang bermimpi seperti
ini, Nabi memerintahkannya untuk menempuh sebab-sebab yang bisa menolak kejelekan mimpi tersebut. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Meludah sedikit ke arah kirinya, tiga kali.
2. Beristi’adzah (meminta perlindungan) kepada ALLAH dari setan, tiga kali.

3. Berlindung kepada ALLAH dari kejelekan yang dilihatnya dalam mimpi.

4. Memalingkan lambung/rusuknya ke arah yang berlainan dari arah/posisi semula.

5. Tidak menceritakannya kepada seorang pun.

6. Hendaknya dia bangkit dari tempat tidurnya untuk berwudhu lalu mengerjakan shalat, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: ِّ
“Bila salah seorang kalian melihat sesuatu yang dibencinya dalam mimpi, hendaklah ia bangkit dari tempat tidurnya (untuk berwudhu) lalu mengerjakan shalat.”
{HR.Muslim}

Setelah itu, hendaklah ia menenangkan hatinya bahwa mimpi itu tidak akan memudaratkannya, sesuai dengan keyakinan akan benarnya sabda Rasulullah.


3. Ar-ru’ya ash-shalihah (Mimpi yang benar).

Mimpi ini dijalankan melalui tangan malaikat. Dalam mimpi ini tidak ada penyesatan, hanya kebaikan.
Mimpi inilah yang dikatakan dalam hadits Rasulullah:
"Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian nubuwwah/kenabian."
{HR.Bukhari dan Muslim}

Mimpi ini termasuk kabar gembira dan biasanya hanya dialami oleh orang-orang yang beriman, walaupun kadang terjadi pada orang kafir karena suatu hikmah yang ALLAH kehendaki.
seperti mimpi raja dalam kisah Nabi Yusuf. Raja tersebut kafir, namun ia bermimpi dengan mimpi yang benar. Hikmahnya adalah untuk mengangkat kedudukan Nabi Yusuf. ALLAH hendak memuliakan beliau dengan menakwil mimpi sang raja dan menampakkan keilmuan serta keutamaannya, hingga akhirnya beliau dikeluarkan dari penjara dan menjadi petinggi negeri (pejabat negara).
(Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin 1/327—330, I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid, 1/348—349)

Abu Qatadah berkata, Rasulullah bersabda:
“Mimpi yang baik dari ALLAH, sedangkan al-hulm (mimpi yang buruk) dari setan. Maka apabila salah seorang dari kalian melihat dalam mimpinya apa yang dia sukai, janganlah ia ceritakan tentang mimpi tersebut kecuali kepada orang yang dicintainya. Sebaliknya bila ia melihat dalam mimpinya apa yang tidak disukainya, hendaklah ia berlindung kepada ALLAH dari kejelekan mimpi tersebut dan dari kejelekan setan. Dan hendaklah ia meludah kecil tiga kali, jangan pula ia ceritakan mimpi tersebut kepada seorang pun, maka mimpi itu tidak akan memudaratkannya.”
{HR.Bukhari dan Muslim}

Dalam hadits di atas, Rasulullah mengabarkan bahwa mimpi yang selamat dari percampuran setan dan kekacauannya, adalah mimpi dari ALLAH.
Malaikat ALLAH yang menjalankan mimpi tersebut padanya, sehingga dengan mimpi itu ia mungkin mendapat peringatan. Terkadang, tampak jelas baginya beberapa hal yang semula tidak jelas atau tidak diketahui, atau ia mengingat hal yang semula ia lupa.
Mungkin pula ia beroleh peringatan kepada hal-hal yang bermanfaat untuk diketahuinya atau dikerjakannya.
Bisa jadi pula ia beroleh peringatan dari perkara yang bermudarat bagi agama atau dunianya yang semula tidak terlintas di benaknya.
Bisa pula ia beroleh nasihat, dorongan, dan peringatan dari amalan-amalan yang rancu baginya atau yang ingin ia kerjakan.

Lihatlah mimpi Nabi yang disebutkan oleh ALLAH dalam firman-Nya:
“(Yaitu) ketika ALLAH menampakkan mereka kepadamu dalam mimpimu berjumlah sedikit. Dan sekiranya ALLAH memperlihatkan mereka kepadamu berjumlah banyak tentu saja kalian menjadi gentar dan kalian akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi ALLAH telah menyelamatkan kalian.”
[QS.al-Anfal:43]

Dengan mimpi ini tercegahlah kemudaratan yang bisa terjadi.

Demikian pula mimpi Nabi dalam firman ALLAH:
“Sesungguhnya ALLAH membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya yaitu sesungguhnya kalian pasti akan memasuki Masjidil Haram, insyaAllah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala kalian dan mengguntingnya sedangkan kalian tidak merasa takut. ALLAH mengetahui apa yang tidak kalian ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.”
[QS.al-Fath: 27]

ALLAH mewujudkan mimpi Rasul-Nya di alam nyata. Beliau dan para sahabatnya dapat masuk ke kota Makkah untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya dengan aman tanpa perasaan takut.

Perhatikan pula mimpi adzan dan iqamah dari dua sahabat Rasulullah, Abdullah ibnu Zaid dan Umar ibnul Khaththab. Mimpi ini menjadi sebab disyariatkannya adzan, yang merupakan salah satu syiar agama yang paling besar.

Mimpi (yang benar) dari para nabi, para wali, dan orang-orang shalih, bahkan kaum mukminin secara umum, mengandung manfaat dan buah yang baik. Ini termasuk nikmat ALLAH kepada hamba-hamba-Nya, kabar gembira bagi kaum mukminin, peringatan bagi orang-orang yang lalai, mengingatkan orang-orang yang berpaling, dan penegakan hujjah bagi orang-orang yang menentang.

Seseorang yang bermimpi yang baik hendaknya memuji ALLAH dan memohon perealisasiannya. Ia menceritakan mimpinya hanya kepada orang yang dicintainya dan mencintainya, sehingga orang itu turut berbahagia dengan kebahagiaannya dan mendoakan agar mimpi tersebut menjadi kenyataan.
Ia tidak boleh menceritakan mimpinya kepada orang yang tidak menyukainya, agar orang yang tidak suka tersebut tidak menakwilnya dengan penakwilan yang mencocoki hawa nafsunya, atau berupaya menghilangkan kenikmatan tersebut karena hasad.

Terkadang mimpi yang benar dilihat oleh hamba sama dengan yang terjadi di alam nyata, sebagaimana mimpi tentang adzan. Terkadang mimpi itu berupa permisalan yang kemudian ditakwil dengan hal-hal yang bisa dinalar yang terjadi di alam nyata.
Contohnya seperti mimpi Nabi beberapa waktu sebelum terjadi perang Uhud.
Beliau bermimpi di pedang beliau ada rekahan/retak dan melihat seekor sapi betina disembelih.
Ternyata retak pada pedang beliau tersebut maksudnya adalah paman beliau, Hamzah bin Abdil Muththalib, akan gugur sebagai syahid. Kabilah (kerabat/keluarga) seseorang kedudukannya seperti pedangnya dalam pembelaan, dukungan dan pertolongan yang mereka berikan.
Adapun sapi betina yang disembelih maksudnya adalah beberapa sahabat beliau akan gugur sebagai syuhada. Sapi betina memiliki banyak kebaikan, demikian pula keberadaan para sahabat. Mereka adalah orang-orang yang berilmu, memberi manfaat bagi para hamba dan memiliki amal-amal saleh. (al-Minhaj)

Mimpi-mimpi yang dilihat ini berbeda-beda sesuai dengan perbedaan orang yang bermimpi, perbedaan waktu, kebiasaan dan beragamnya keadaan.
(Bahjatu Qulubil Abrar hlm. 159, Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin).


Demikianlah sudut pandang Islam terhadap mimpi atau bunga tidur, semoga kita dapat menjadikannya sebagai acuan ketika mengalami mimpi, baik itu mimpi buruk maupun mimpi yang baik.

http://my.opera.com/cahayaislami/blog/2013/04/20/mimpi-ditinjau-dari-sudut-pandang-islam

Saturday, August 17, 2013

School reopens

Salaam, Eid Mubarak. The school reopens, but worse than many would've expected, I think not even one third of the students turned up today. Things had just gotten real ugly and real bad, real quickly. About Egypt, I mean. It feels as if Im out of breath, my heart feels constricted. I cant stop thinking about our brothers and sisters there. Listening to the khutbah yesterday, I cant help but became really disappointed. A lot. Do we really have nothing to say?! Aah.. I get it, we've been always late. Late in spreading awareness, late in lending help even only in our solat hajat and du'as.. Talking about this fear, or sadness or whatever we're experiencing right now.. During my early days as a muslim, I read a lot of books.. These recent occurrence just reminded me of something. Back then when I read about the rise and fall of Islam, about Sultan Muhammad al-Fateh and Constantinople, then about how thousands of muslims were killed before Salahuddin al-Ayyubi reclaimed Baitul Maqdis, I came to a conclusion that in order for Islam to climb back up, again, many will be killed too. It was sad that time, too.. This is the one of the many things that we might've forgotten. We knew it all along but still it hurts, but still its painful to see.. Day in or day out, keep Egypt, Syria, Palestin, Rohingya and all the Muslims in our du'as..

Monday, July 22, 2013

On the struggle of life..

I thought of you today
I thought of you and remembered those words you told me
In the most perfect way
You calmed my beating heart
And eased my breath
You told me those words and I carry them still
They lift me, fill me, undo the wear
Because more than pain, I am worn
I feel like I’ve lived this story for a thousand years
And I’m ready now to sleep
I’m ready to let go
I’m ready for the story to end now
I’m ready to feel your peace
And the sound of your voice
Telling me I’m done, I’ve won, I’m there
But I know I know this place
I’ve been here before
I’m going to sleep now
I’m going to sleep
Please don’t ask
Please don’t ask
Just let me sleep
Just let me sleep with your words upon my tongue:
‘Oh mankind, indeed you are ever toiling towards your lord, painfully toiling…
But you shall meet Him’ (84:6)

- Yasmin Mogahed

Monday, February 18, 2013

Diseret dengan doa

Salaam.

Datang dan pergi, lumrah kehidupan. Baru sedar betapa terkesannya seorang guru bila pelajarnya pergi. Terasa sangat rugi bila peluang untuk mendorong kepada perubahan terlepaskan begitu sahaja.

Teringat dengan satu kisah sufistik yang pernah dibaca semasa kecil dahulu, bahawa telah dikisahkan pada suatu hari Ibrahim bin Adham pergi bermusafir ke negeri Syam lalu beliau ingin bermalam di satu masjid kerana cuaca di malam hari sangat dingin. Akan tetapi, penjaga masjid itu telah menghalau beliau keluar lalu mengunci pagar masjid. Di luar masjid tu beliau bertemu dengan seorang yang bekerja dengan sangat amanah. Cerita punya cerita, Ibrahim bin Adham pun bertanya akan kemakbulan doanya memandangkan lelaki itu sangat soleh dan amanah. Lelaki itu mengatakan bahawa hanya satu saja doanya yang belum dikabulkan iaitu untuk bertemu dangan seorang soleh yang zuhud yang bernama Ibrahim bin Adham. Lalu Ibrahim bin Adham pun berkata (kurang lebih lah hehe..), "Rupa-rupanya aku diseret ke sini kerana doamu." Mereka pun lalu berpelukan.

Kisah ini membuatkanku berfikir, kalau kita boleh 'dihantar' ke suatu tempat kerana doa seseorang, bukankah kita juga boleh diseret keluar, ya tak? Ada perkara-perkara yang aku tak dapat buat atau tempat yang aku tak dapat pergi pada ketika ini walaupun hati ingin, mungkinkah aku orang yang diseret dengan doa itu?

Monday, January 28, 2013

La Taghdob

Salaam.

Perjalanan pendekku menaiki tangga dari tempat letak kereta ke rumah yang terletak di tingkat 3 sudah semakin meriah dengan sapaan dari budak-budak tingkat bawah.

"Assalamualaikum ustaat.."

"Hai ustaat"

"Babai ustaat"

Hoho comel sungguh budak-budak ni, ada dalam usia 7-8 tahun kali. Ada pula yang lucu kerana sering beristighfar bila terserempak, "Astahgfirullahaladzhim! Ustaz!" Hmm.. hairan..

Kadang-kadang rasa jengkel juga dipanggil begitu bila balik-balik sudah ditegur jangan panggil aku ustaz. Aku ni sudah nampak tua kali, budak-budak di sekolah pun ramai yang kata umurku sudah 30 tahun T.T Tapi yang penting kita nampak sesuatu lah dari sini, bahawa di kepala budak-budak atau masyarakat kita dah tertanam pendirian bahawa orang yang selalu pergi ke masjid tu cuma golongan ustaz saja, betul ke?

Di sekolah juga sudah mula dilantik dengan tugas macam-macam, tapi yang kurang seronok ialah dilantik menjadi guru disiplin. Aku dah tak mau marah-marah lagi, tak seronok lah. Dulu masa TP aku dah ada marah beberapa kali, dan beberapa kali itu jugalah yang menjadi ingatan padahal aku ada pengalaman yang baik-baik di sana bersama pelajar. Tu lah, kalau ada pengalaman buruk pun kerana aku marah. Jadi di sekolah baru ni kalau boleh aku dah tak mau marah lagi, kalau marah pun bila benar-benar perlu.

Boleh ke jadi guru disiplin yang tak marah? InsyaAllah boleh, jadi jangan marah =)

Tuesday, January 22, 2013

F for FATE

Salaam

Alhamdulillah, this is my fourth week teaching as a relief teacher here at KB. Kinda far though but this is waaaay better than doing nothing at all. Plus its fun here, sporting boss and colleagues, light working environment and well-mannered kids. Alhamdulillah, learnt a lot here.

Went to dinner will real close brothers last night and suddenly a topic struck our conversations, about our responsibilities to our family and beloved individuals, that is to correct whats been wrong all the way.

"Its hard to imagine to see our beloved family being burnt in an oven," said someone.

"I might be the one you're referring to," I said.

I think I finally can accept the fate of those who left. It still hurts though.. That's why I cant give up on the living.

Back to life at school, there is a little child that caught my attention. She was almost crying when she told me that she can't join the other kids during my class because she have a 'punctured' heart (is it even the correct word? xP).

My child, there are many things I've been wanting to tell you, that you're a one blessed kid, gifted with something that made you different. Everyone will die someday, young or old, healthy or sick. But you are given the chance to live like you're dying. You will love deeper, talk sweeter, you will act kinder, give forgiveness that others will deny. If you're a Muslim =)

Thursday, January 10, 2013

Why do tears fall?

Why do tears fall?

Best answer:
"Tears fall due to gravity. Gravity is an attraction towards the centre of the earth (all large masses have their own gravitation pull). Therefore, once the tear has left a person's eye, it is naturally pulled to the ground under it's own mass and the acceleration due to gravity."

Huh?!

 Have you ever watched people on their death bed, breathing their last?

If you do, then you must've realised something already..

That all of those 'leavers' tears will fall towards the end of their life.

I used to think that they must felt sad that they are going to leave their families behind real soon..

But something happened, and I realised that that fact about leaving is not the cause of their cryings.

 When the doctor was plucking my baby molar last time, it was very painful that I suddenly cant say anything, my body just lied on the chair unmoving, and tears fall even if I was unwilling. Then I thought.. 'Perhaps this is the answer..'

Plucking out teeth already causes that much pain, let alone plucking out the soul T.T

It was a good 'muhasabah' for me last time..