Saturday, August 31, 2013

Bad neighbour

Salaam.

Its been 8 full months since I was posted to teach at this school, about the same time that I moved in to the flat too. Time sure flies fast, isnt it?  ':-D

But really, it made me felt guilty though, that I've didn't get the chance to get to know my neighbors better. Forget about it, I wasn't even around much.. while they're awake, that is. Perhaps they've gotten used to it.. the sound of my car departing before fajr and returning only in the middle of the night. So that made my conversations with them never really surpassed that short 'Salaam' and that simple 'Hello'.

I've been thinking, is it better this way? Sometimes I thought it is, always for the same reason. So that's why.. I don't think it is necessary for me to write here anymore, as it is not necessary for you to know about my everyday life. Not because of whoever you are, but because of what I've become.

For that, I hope that I'm forgiven..

p/s: It might not be me the one who came knocking

Tuesday, August 27, 2013

I come to You

Rabbi...

Today I come to You broken.. I beg from You for a little fixing.

I come to You aching, too.. I ask from You a little healing.

I come to You with sights that unable to see the hikmah in all these happenings, and I ask You to show me the good in them.

I come to You with a void in my heart, I'm begging You, please fill it!

I come to You missing some people.. or things.. I ask that You teach me, so that I can make You the only one that suffices me.

I come to You with my fears, pain, conflicts and shortcomings - I come to you with tons of sins, mistakes, weaknesses and wrongdoings - I ask that You erase them all and replace them with Your love and the peace that comes from fervently submitting to Your will..

Tuesday, August 20, 2013

dream dream

I've been dreaming,
That they sliced my body,
And chopped my limbs,
The pain felt real,
Yet I lived still,
Friends came visitting,
I said farewell,
For my end is near,
And when the time come,
I died with a smile..

It may looks sad but I think I've never been happier in my dreams than this one. Why do we sometimes dream of certain place, people, scent, colours etc? That when we wake up it felt really really and again really strange?

*******************************

Bunga Tidur atau Mimpi merupakan suatu hal yang lazim dialami oleh seseorang pada saat tidur. Menurut pengertian umum mimpi adalah suatu rangkaian imaginasi atau daya khayal dari suatu kejadian yang kita alami waktu kita sedang tidur.
Mimpi yang menyenangkan menyebabkan manusia yang mengalaminya berbahagia. Saat terjaga, serasa hati berbunga dan tak jarang mata ingin dipejamkan kembali guna melanjutkan mimpi indah yang terputus. Sebaliknya, mimpi yang jelek lagi menakutkan membuat resah dan sedih.

Dalam sudut pandang Islam, mimpi itu dikategorikan menjadi tiga jenis. yaitu:


1. Adhghatsul ahlam (Mimpi yang kosong).


Mimpi ini dilihat oleh seseorang dalam tidurnya sebagai cermin dari keinginannya atau apa yang terjadi pada dirinya dalam hidupnya. Kebanyakan
orang bermimpi sesuatu yang menjadi bisikan hatinya, yang memenuhi pikirannya ketika terjaga, dan sesuatu yang berlangsung pada dirinya saat terjaga. Mimpi yang seperti ini tidak ada hukumnya.


2. Al-hulm (Mimpi dari setan)

Setan mendatangi seseorang di dalam mimpi lalu mengatakan ini dan itu, atau menampakkan ini dan itu. Setan bermaksud menakut-nakuti seseorang dengan mimpi ini.
Setan dapat menggambarkan dalam tidur seseorang tentang urusan yang menakutkannya, baik yang berkaitan dengan diri, harta, keluarga, maupun masyarakatnya.
Mimpi seperti ini biasanya dialami oleh seseorang yang tidur tanpa mengucapkan wirid-wirid yang diajarkan Rasulullah.
Ia tidak membaca Ayat Kursi saat hendak tidur. Tidak pula ia membaca surah al-Ikhlash dan al-Mu’awwidzatain (al-Falaq serta an-Nas). Setan pun datang dalam mimpinya.
Demikianlah perbuatan setan yang gemar
membuat sedih orang-orang yang beriman, sebagaimana firman ALLAH;
“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu dari setan, dengan tujuan agar orang-orang beriman itu bersedih hati….”
[QS.al-Mujadilah: 10]

Ketika seseorang bermimpi seperti
ini, Nabi memerintahkannya untuk menempuh sebab-sebab yang bisa menolak kejelekan mimpi tersebut. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Meludah sedikit ke arah kirinya, tiga kali.
2. Beristi’adzah (meminta perlindungan) kepada ALLAH dari setan, tiga kali.

3. Berlindung kepada ALLAH dari kejelekan yang dilihatnya dalam mimpi.

4. Memalingkan lambung/rusuknya ke arah yang berlainan dari arah/posisi semula.

5. Tidak menceritakannya kepada seorang pun.

6. Hendaknya dia bangkit dari tempat tidurnya untuk berwudhu lalu mengerjakan shalat, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: ِّ
“Bila salah seorang kalian melihat sesuatu yang dibencinya dalam mimpi, hendaklah ia bangkit dari tempat tidurnya (untuk berwudhu) lalu mengerjakan shalat.”
{HR.Muslim}

Setelah itu, hendaklah ia menenangkan hatinya bahwa mimpi itu tidak akan memudaratkannya, sesuai dengan keyakinan akan benarnya sabda Rasulullah.


3. Ar-ru’ya ash-shalihah (Mimpi yang benar).

Mimpi ini dijalankan melalui tangan malaikat. Dalam mimpi ini tidak ada penyesatan, hanya kebaikan.
Mimpi inilah yang dikatakan dalam hadits Rasulullah:
"Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian nubuwwah/kenabian."
{HR.Bukhari dan Muslim}

Mimpi ini termasuk kabar gembira dan biasanya hanya dialami oleh orang-orang yang beriman, walaupun kadang terjadi pada orang kafir karena suatu hikmah yang ALLAH kehendaki.
seperti mimpi raja dalam kisah Nabi Yusuf. Raja tersebut kafir, namun ia bermimpi dengan mimpi yang benar. Hikmahnya adalah untuk mengangkat kedudukan Nabi Yusuf. ALLAH hendak memuliakan beliau dengan menakwil mimpi sang raja dan menampakkan keilmuan serta keutamaannya, hingga akhirnya beliau dikeluarkan dari penjara dan menjadi petinggi negeri (pejabat negara).
(Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin 1/327—330, I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid, 1/348—349)

Abu Qatadah berkata, Rasulullah bersabda:
“Mimpi yang baik dari ALLAH, sedangkan al-hulm (mimpi yang buruk) dari setan. Maka apabila salah seorang dari kalian melihat dalam mimpinya apa yang dia sukai, janganlah ia ceritakan tentang mimpi tersebut kecuali kepada orang yang dicintainya. Sebaliknya bila ia melihat dalam mimpinya apa yang tidak disukainya, hendaklah ia berlindung kepada ALLAH dari kejelekan mimpi tersebut dan dari kejelekan setan. Dan hendaklah ia meludah kecil tiga kali, jangan pula ia ceritakan mimpi tersebut kepada seorang pun, maka mimpi itu tidak akan memudaratkannya.”
{HR.Bukhari dan Muslim}

Dalam hadits di atas, Rasulullah mengabarkan bahwa mimpi yang selamat dari percampuran setan dan kekacauannya, adalah mimpi dari ALLAH.
Malaikat ALLAH yang menjalankan mimpi tersebut padanya, sehingga dengan mimpi itu ia mungkin mendapat peringatan. Terkadang, tampak jelas baginya beberapa hal yang semula tidak jelas atau tidak diketahui, atau ia mengingat hal yang semula ia lupa.
Mungkin pula ia beroleh peringatan kepada hal-hal yang bermanfaat untuk diketahuinya atau dikerjakannya.
Bisa jadi pula ia beroleh peringatan dari perkara yang bermudarat bagi agama atau dunianya yang semula tidak terlintas di benaknya.
Bisa pula ia beroleh nasihat, dorongan, dan peringatan dari amalan-amalan yang rancu baginya atau yang ingin ia kerjakan.

Lihatlah mimpi Nabi yang disebutkan oleh ALLAH dalam firman-Nya:
“(Yaitu) ketika ALLAH menampakkan mereka kepadamu dalam mimpimu berjumlah sedikit. Dan sekiranya ALLAH memperlihatkan mereka kepadamu berjumlah banyak tentu saja kalian menjadi gentar dan kalian akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi ALLAH telah menyelamatkan kalian.”
[QS.al-Anfal:43]

Dengan mimpi ini tercegahlah kemudaratan yang bisa terjadi.

Demikian pula mimpi Nabi dalam firman ALLAH:
“Sesungguhnya ALLAH membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya yaitu sesungguhnya kalian pasti akan memasuki Masjidil Haram, insyaAllah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala kalian dan mengguntingnya sedangkan kalian tidak merasa takut. ALLAH mengetahui apa yang tidak kalian ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.”
[QS.al-Fath: 27]

ALLAH mewujudkan mimpi Rasul-Nya di alam nyata. Beliau dan para sahabatnya dapat masuk ke kota Makkah untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya dengan aman tanpa perasaan takut.

Perhatikan pula mimpi adzan dan iqamah dari dua sahabat Rasulullah, Abdullah ibnu Zaid dan Umar ibnul Khaththab. Mimpi ini menjadi sebab disyariatkannya adzan, yang merupakan salah satu syiar agama yang paling besar.

Mimpi (yang benar) dari para nabi, para wali, dan orang-orang shalih, bahkan kaum mukminin secara umum, mengandung manfaat dan buah yang baik. Ini termasuk nikmat ALLAH kepada hamba-hamba-Nya, kabar gembira bagi kaum mukminin, peringatan bagi orang-orang yang lalai, mengingatkan orang-orang yang berpaling, dan penegakan hujjah bagi orang-orang yang menentang.

Seseorang yang bermimpi yang baik hendaknya memuji ALLAH dan memohon perealisasiannya. Ia menceritakan mimpinya hanya kepada orang yang dicintainya dan mencintainya, sehingga orang itu turut berbahagia dengan kebahagiaannya dan mendoakan agar mimpi tersebut menjadi kenyataan.
Ia tidak boleh menceritakan mimpinya kepada orang yang tidak menyukainya, agar orang yang tidak suka tersebut tidak menakwilnya dengan penakwilan yang mencocoki hawa nafsunya, atau berupaya menghilangkan kenikmatan tersebut karena hasad.

Terkadang mimpi yang benar dilihat oleh hamba sama dengan yang terjadi di alam nyata, sebagaimana mimpi tentang adzan. Terkadang mimpi itu berupa permisalan yang kemudian ditakwil dengan hal-hal yang bisa dinalar yang terjadi di alam nyata.
Contohnya seperti mimpi Nabi beberapa waktu sebelum terjadi perang Uhud.
Beliau bermimpi di pedang beliau ada rekahan/retak dan melihat seekor sapi betina disembelih.
Ternyata retak pada pedang beliau tersebut maksudnya adalah paman beliau, Hamzah bin Abdil Muththalib, akan gugur sebagai syahid. Kabilah (kerabat/keluarga) seseorang kedudukannya seperti pedangnya dalam pembelaan, dukungan dan pertolongan yang mereka berikan.
Adapun sapi betina yang disembelih maksudnya adalah beberapa sahabat beliau akan gugur sebagai syuhada. Sapi betina memiliki banyak kebaikan, demikian pula keberadaan para sahabat. Mereka adalah orang-orang yang berilmu, memberi manfaat bagi para hamba dan memiliki amal-amal saleh. (al-Minhaj)

Mimpi-mimpi yang dilihat ini berbeda-beda sesuai dengan perbedaan orang yang bermimpi, perbedaan waktu, kebiasaan dan beragamnya keadaan.
(Bahjatu Qulubil Abrar hlm. 159, Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin).


Demikianlah sudut pandang Islam terhadap mimpi atau bunga tidur, semoga kita dapat menjadikannya sebagai acuan ketika mengalami mimpi, baik itu mimpi buruk maupun mimpi yang baik.

http://my.opera.com/cahayaislami/blog/2013/04/20/mimpi-ditinjau-dari-sudut-pandang-islam

Saturday, August 17, 2013

School reopens

Salaam, Eid Mubarak. The school reopens, but worse than many would've expected, I think not even one third of the students turned up today. Things had just gotten real ugly and real bad, real quickly. About Egypt, I mean. It feels as if Im out of breath, my heart feels constricted. I cant stop thinking about our brothers and sisters there. Listening to the khutbah yesterday, I cant help but became really disappointed. A lot. Do we really have nothing to say?! Aah.. I get it, we've been always late. Late in spreading awareness, late in lending help even only in our solat hajat and du'as.. Talking about this fear, or sadness or whatever we're experiencing right now.. During my early days as a muslim, I read a lot of books.. These recent occurrence just reminded me of something. Back then when I read about the rise and fall of Islam, about Sultan Muhammad al-Fateh and Constantinople, then about how thousands of muslims were killed before Salahuddin al-Ayyubi reclaimed Baitul Maqdis, I came to a conclusion that in order for Islam to climb back up, again, many will be killed too. It was sad that time, too.. This is the one of the many things that we might've forgotten. We knew it all along but still it hurts, but still its painful to see.. Day in or day out, keep Egypt, Syria, Palestin, Rohingya and all the Muslims in our du'as..