Hari berganti hari, waktu mengalir deras. Maal hijrah datang kembali. Sungguh, masa berlalu dengan pantas. Kini kita berada di bulan Muharam lagi. Alhamdulillah. Salam ma'al hijrah 1433 saya ucapkan.
Perkataan 'hijrah' mempunyai tempat yang sangat istimewa di hatiku. Setahun setengah telah berlalu, terlalu banyak perkara yang telah berlaku. Kadang terasa beban perubahan sangat ganas menyambar, lalu Allah menemukanku dengan kata-kata penawar-Nya. Kadang terasa tanggungjawab sangat berat menghempap di bahu, lalu Allah hantarkan kepadaku insan-insan istimewa berbahu perkasa. Indah sungguh percaturan Allah bukan, Dia tak menjadikan beban itu ringan, tapi Dia beri persaudaraan agar kita lebih kuat. Lagipun, kan Allah ada berfirman:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…” (Al-Baqarah: 286)
Mana mungkin Allah tipu! :)
Semasa di awal-awal tu banyak juga lah bertemu dengan orang-orang yang mengatakan beratnya menjalankan perintah Allah. Dulu memanglah tak tahu apa-apa. Tapi alhamdulillah, Allah ilhamkan beberapa orang ni untuk membangunkanku. Kamu, walau betapa aneh pun kamu di mataku kerana mengajak diri yang baru belajar berjalan untuk terus berlari, terima kasih, tempat kamu juga istimewa di hatiku. Tapi pokoknya, mengerjakan perintah Allah itu tidaklah menyukarkan, insya'Allah.
“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dan dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam al-Qur’an ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikan zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”
(Al-Hajj: 78)
Enam bulan pertama tu hidup terasa sangat jernih. Dan di sepanjang setahun yang berikutnya (1432H, tahun lepas lah), banyak perkara yang telah berlaku. Pahit atau manis, hidup terasa indah bila tahu segalanya sudah takdir Allah. Allah dah tulis segalanya laaaaamaaaa dah, lama sebelum terciptanya langit dan bumi. Pena telah terangkat, dakwat pun sudah kering. Tapi keputusan untuk mencari hikmah tu tetap ada pada kita.
Kesimpulannya, banyak perkara yang telah berlaku di sepanjang tahun 1432H dan banyak perkara yang telah dipelajari. Angin perubahan bertiup dengan sangat kencang di sepanjangnya. Kadang merasa tidak kenal dengan diri sendiri. Semoga tahun yang mendatang dan umur yang tersisa ini dimanfaatkan untuk meraih redha Allah. Kerana aku yakin Allah akan mengabulkan doa-doa, aku percaya aku masih hidup kerana dua perkara: Sama ada kerana terus hidup adalah lebih baik bagiku atau mati tidak baik bagiku (buat masa ini).
Lalu bagaimana dengan tahun-tahunmu yang telah berlalu?
No comments:
Post a Comment