Saturday, November 13, 2010

7 MALAIKAT PENJAGA LANGIT

Diriwayatkan oleh Ibnu Mubarak, ia menceritakan bahawa ia bertanya kepada Muaz bin Jabal tentang hadis yang ia pernah dengar dari Rasulullah SAW. Muaz malah menangis, lalu berkata: “Aku sangat rindu kepada Rasulullah dan ingin bertemunya.” Setelah itu Muaz menyatakan bahawa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda dalam satu cerita yang panjang:

“Wahai Muaz, akan kuceritakan kepadamu sebuah cerita, jika kamu menghafalnya nescaya cerita itu akan bermanfaat bagimu disisi Allah SWT; jika kamu mensia-siakannya dan tidak menghafalnya nescaya putuslah hujahmu disis Allah SWT pada hari Kiamat. Wahai Muaz sesungguhnya Allah yang Maha Baik dan Maha Tinggi telah menjadikan tujuh malaikat sebelum menjadikan langit dan bumi. Maka Allah SWT menjadikan untuk tiap-tiap langit dari tujuh langit itu satu malaikat sebagai penjaga pintu langit. Maka naiklah malaikat penjaga itu dengan membawa amal para manusia sejak pagi sampai senja, di mana amal itu mempunyai cahaya seperti cahaya matahari sehingga ketika malaikat penjaga itu naik dengan membawa amal itu ke langit dunia maka ia memujinya dan mengaguminya.”

Maka berkatalah malaikat yang diarah menjaga langit dunia kepada malaikat penjaga amal, “Pukullah olehmu dengan amal ini orang yang punya amal. Saya adalah malaikat yang bertugas menjaga amal orang yang SUKA MENGUMPAT. Tuhan telah memerintahkan agar aku tidak melepaskan amal orang yang suka mengumpat melewati diriku.”

Nabi bersabda, “Malaikat penjaga amal datang dengan membawa amal salih dari amal-amal para hamba dan amal itu mempunyai cahaya. Malaikat pun memujinya dan mengaguminya, sehingga sampailah ia dengan membawa amal itu di langit kedua.” Malaikat penjaga langit kedua berkata, “Berhentilah dan pukullah dengan amal ini wajah orang yang memilikinya kerana sesungguhnya ia menghendaki dengan amalnya itu kemanfaatan harta keduniaan. Aku adalah malaikat yang bertugas menjaga CINTA DUNIA. Tuhanku telah memerintahkan diriku agar aku tidak melepaskan amal orang yang cinta dunia melewati diriku. Sungguh pemilik amal itu mengharapkan ganjaran keduniaan daripada amalnya.”

Nabi SAW juga bersabda, “Malaikat penjaga amal naik lagi dengan membawa amal hamba yang bersinar cahayanya kerana sedekah, solat dan puasa. Sungguh para malaikat penjaga hairan sekali melihat amal itu, maka ia pun membawa amal itu ke langit ketiga.” Maka berkatalah malaikat penjaga langit ketiga, “Berhentilah dan pukullah dengan amal itu wajah orang yang memilikinya. Sayalah malaikat penjaga KESOMBONGAN. Tuhanku telah memerintahkan agar aku tidak melepaskan amal orang yang sombong melewati diriku. Sesungguhnya dia sombong terhadap sesame manusia dalam pertemuan antara mereka.”

Nabi Muhammad SAW bersabda lagi, “Malaikat penjaga amal naik lagi membawa amal hamba yang bersinar terang seperti sinar bintang yang bergemerlapan dan amal itu mempunyai suara dari tasbih, solat, puasa, haji dan umrah sehingga para malaikat penjaga amal itu tiba di langit ke empat.” Maka malaikat yang diarah menjaga langit ke empat berkata, “Berhentilah dan pukullah dengan amal itu wajah orang yang mempunyainya, pukul juga punggung dan perutnya. Saya adalah malaikat penjaga UJUB (MEMBANGGAKAN DIRI SENDIRI). Tuhanku telah memerintahkan diriku untuk tidak membiarkan amal itu melewati diriku . Sesungguhnya, ketika beramal ia memasukkan ujub kedalamnya.”

Juga bersabda Nabi Muhammad SAW, “Malaikat penjaga amal naik lagi ke langit ke lima sambil membawa amal manusia. Amal itu laksana pengantin yang sedang diiring menuju kepada suaminya.” Maka malaikat yang diarah menjaga langit ke lima berkata, “Berhentilah dan pukullah dengan amal itu wajah orang yang memiliki amal itu dan pukulkan amal itu di atas pundaknya. Saya adalah malaikat penjaga DENGKI (HASAD). Sungguh ia telah dengki akan orang-orang yang belajar dan beramal seperti amalnya. Dan ia hasad dan ia umpati orang-orang yang melakukan keutamaan ibadah.Tuhanku telah memerintahkan diriku agar amal orang yang hasad tidak kubiarkan melewati diriku sampai ke langit lain.”

Lalu Nabi SAW bersabda, “Malaikat penjaga itu naik lagi sambil membawa amal manusia yang bersinar terang seperti sinarnya matahari kerana solat, zakat, haji, umrah, jihad dan puasa. Maka lewatlah ia pada melaikat oenjaga langit ke enam.” Berkatalah malaikat penjaga langit ke enam, “Berhentilah dan pukullah dengan amal ini pemiliknya. Sungguh ia tidak pernah belas kasihan kepada manusia-manusia yang ditimpa kesusahan dan sakit. Bahkan ia mencercanya. Aku adalah malaikat RAHMAT (PENJAGA KASIH SAYANG). Tuhanku telah memerintahkan diriku agar aku tidak membiarkan amal orang yang tidak mengenal belas kasihan melewati diriku sampai kepada langit lain.”

Bersabda pula Nabi SAW, “Malaikat penjaga amal naik lagi dengan membawa amal manusia yang melakukan solat, puasa, sedekah, jihad dan menghindari perbuatan haram. Dan amal itu punya suara gemuruh seperti gemuruhnya lebah dan punya cahaya seperti cahaya matahari. Dan bersama amal itu ada tiga ribu malaikat. Maka sampailah mereka membawa amal itu ke langit ke tujuh.” Berkatalah malaikat penjaga langit ke tujuh, “Berhentilah dan pukulkanlah amal itu ke wajah dan beberapa anggota tubuh dari orang yang memiliki amal itu, serta kuncikan di atas hatinya. Aku adalah malaikat yang bertugas menjaga RIYAK. Aku harus menghalangi setiap amal yang dilakukan tidak semata-mata kerana mencari keredhaan Allah SWT. Kerana sesungguhnya pemilik amal ini malakukannya dengan harapan kepada selain Allah SWT, tetapi ingin memperoleh gelaran atau pangkat yang terhormat di kalangan ulama atau termasyur di mata masyarakat. Tuhanku memerintahkan agar aku tidak membiarkan amal itu melewati diriku. Dan setiap amal yang dilakukan tidak kerana Allah secara murni, maka itu disebut riyak (menunjuk-nunjuk) dan Allah tidak akan menerima amal orang yang riyak.”

Nabi SAW bersabda, “Maka naiklah malaikat penjaga amal dengan membawa amal orang yang mengerjakan solat, zakat, puasa, haji, umrah, budi pekerti yang bagus, tenang dan zikir kepada Allah. Para malaikat tujuh langit pun mengiringkannya dan melepasi semua penghalang yang menghalangnya untuk sampai kepada Allah SWT. Mereka berhenti di hadapan Allah SWT.” Maka Allah SWT berfirman, “Kamu adalah para malaikat penjaga amal hamba-hamba-Ku, sedang Aku yang mengamati apa yang ada di dalam hati mereka. Sungguh mereka tidak beramal demi untuk-Ku, melainkan selain diri-Ku. Maka laknat-Ku tetap atasnya.” Berkatalah para malaikat, “Laknat-Mu dan laknat kami tetap menimpa hamba ini, maka langit yang tujuh bersama penghuninya melaknatinya.”

Kemudian Muaz menangis dan berteriak keras-keras, lalu berkata; “Saya bertanya kepada nabi, ‘Kamu utusan Allah sedangkan saya adalah Muaz maka bagaimana saya boleh selamat dan terhindar dari semua itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Ikutlah aku walau dalam amalmu terdapat kekurangan. Wahai Muaz, jagalah lisanmu agar tidak mengumpat teman-temanmu, terutama yang hafal Al-Quran. Tanggunglah dosa-dosamu sendiri dan janganlah kamu tanggungkan atau bebankan kepada mereka. Janganlah kamu tinggikan dirimu di atas para manusiadengan merendahkan mereka. Jangan kamu masukkan amal dunia ke dalam amal Akhirat. Dan jangan pula kamu riyak dengan amalmu. Jangan kamu sombong dalam setiap pertemuanmu hingga manusia takut akan keburukan budi pekertimu. Janganlah kamu berbisik kepada seseorang padahal di sampingmu terdapat orang lain. Janganlah pula kamu berasa besar di tengah-tengah manusia kerana hal itu akan memutuskan kebaikan-kebaikanmu di dunia dan Akhirat. Juga janganlah kamu memecah-belahkan manusia kerana hal itu akan membuat dirimu kelak dirobek-robek anjing-anjing neraka kelak di hari Kiamat (di dalam Neraka). Allah SWT berfirman yang bererti:

“Dan malaikat-malaikat pencabut nyawa yang lemah lembut (dalam riwayat lain: Dan anjing-anjing yang merobek-robek daging).”

Nabi Muhammad bertanya, “Apakah kamu tahu apakah Annasyitot itu, wahai Muaz?” Muaz menjawab, “Apakah itu mengenai ayahku, engkau dan ibuku, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Itulah anjing-anjing dalam neraka yang meragut daging dari tulangnya.”

Muaz bertanya, “Ayahku, engkau dan ibuku; manakah yang kuat menghadapi beberapa perkara itu dan siapakah yang selamat darinya?” Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya semua itu mudah dilaksanakan oleh orang-orang yang dimudahkan oleh Allah SWT. Dan hal itu sungguh ada pada dirimu, kamu mencintai manusia seperti mencintai dirimu dan membenci mereka seperti kamu membenci sesuatu yang ada pada dirimu sendiri. Hal ini akan membuatmu selamat.”

[Dipetik dari buku Bidayatul Hidayah (Panduan Praktikal Ibadah) tulisan Imam Al Ghazali]

No comments:

Post a Comment